BONDOWOSO-PM
Ketenangan warga di Jl. n Diponegoro Gang
Malabar, Kel. Kota Kulon, Kec. Bondowoso,
robek akibat ledakan dahsyat, Minggu (29/9)
sekitar pukul 07.00 WIB. Sumber ledakan
berasal dari serbuk mercon yang ada di rumah
Serka Agus Suryadi, anggota TNI yang berdinas
di Koramil Curahdami, Bondowoso. Sejumlah
saksi mata mengungkapan, ledakan terjadi dua
kali. Akibat ledakan tersebut, sebanyak tujuh
rumah yang paling dekat dengan sumber
ledakan rata dengan tanah. Sedangkan 71
rumah lainnya rusak berat dan ringan.
Sampai berita ini ditulis, dua orang meninggal
dunia akibat ledakan ini. Korban meninggal itu
adalah Serka Agus Suryadi. Saat ditemukan,
kondisi jasad Agus sangat mengenaskan. Korban
kedua adalah Mutiara Rizki Josefina, warga
setempat yang tinggal sekitar 15 meter dari
pusat ledakan. Pelajar Madrasah Ibtidaiyah
(MI) At Takwa Bondowoso itu meninggal
akibat terkena reruntuhan rumahnya. Dari
rumah Agus, polisi yang melakukan olah
tempat kejadian perkara (TKP) menemukan
sisa bahan mercon sebanyak dua karung. Serbuk
mercon itu terdiri dari potasium, belerang, dan
serbuk brown. Tetapi, Polres Bondowoso tidak
bersedia merinci volume masing-masing bahan
baku mercon itu.
Selama ini Agus dikenal bisnis serbuk mercon.
Bahkan, salah seorang saudara Agus pernah
berurusan dengan polisi bisnis pembuatan
mercon. Warga dan tokoh masyarakat
setempat sudah berkali-kali menegur Agus
untuk tidak bisnis barang berbahaya.
“Tetapi, teguran tersebut tidak digubris,” kata
seorang tetangga korban yang minta namanya
tak ditulis. Menurut Maimunah, ibu korban
Mutiara, saat kejadian dirinya sedang ada di
dapur. Tara “panggilan Mutiara” saat itu tengah
ada di kamarnya. “Saat itu saya di dapur. Lalu
terdengar suara dentuman keras sebanyak dua
kali. Kemudian, anak saya menjerit meminta
tolong kepada saya,” katanya kepada
wartawan.
Mendengar jeritan anaknya, Maimunah langsung
berlari ke kamar anaknya. Tetapi, dia tidak bisa
melihat dengan jelas kondisi anaknya karena
kamar anaknya dipenuhi debu dan reruntuhan
bangunan.
“Saat itu juga saya shock. Ternyata, anak saya
meninggal tertimpa reruntuhan bangunan.
Karena sudah tidak terdengar lagi suara anak
saya,” ungkapnya.Warga yang lain menyatakan,
mereka sangat ketakutan begitu mendengar
suara ledakan yang sangat keras.
“Saat itu seperti kiamat. Saya melarikan diri
lewat belakang rumah,” kata Yani, warga
setempat. Apalagi, kata dia, hanya beberapa
detik kemudian rumahnya runtuh dan hancur.
“Masih untung saya dan saudara selamat.
Namun, bapak saya terluka karena tertimpa
bangunan rumah,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Ny Sasmito, tetangga
korban. “Saya mendengar suara dentuman keras
sebanyak dua kali,” akunya. Sesaat setelah
mendengar ledakan itu, perempuan tersebut
lari keluar dari rumahnya. Hal itu juga
dilakukan para tetangganya yang lain.
“Ternyata rumah saya hancur. Rumah saya
yang berjarak 300 meter dengan rumah Pak
Agus ikut hancur kaca jendela, atap rumah,
bahkan pintu kamar mandi ikut terlepas,”
sambung Ny Sasmito. Suara ledakan tersebut
terdengar hingga radius 3 km. Kapolres AKBP
Sabilul Alif mengatakan, saat kejadian dirinya
sedang joging di Alun-Alun Bondowoso yang
berjarak sekitar 3 km dari TKP. “Saya saat itu
joging. Saya mendengar ada suara dentuman.
Saya pikir itu suara letusan ban mobil,”
katanya.
Saat itu juga Kapolres menghentikan
olahraganya. Dia lalu menelepon anak buahnya
dan meminta mengecek sumber ledakan.
Beberapa menit kemudian, dia mendapatkan
laporan bahwa ledakan itu berasal dari rumah
anggota TNI.
“Saat itu juga saya pulang untuk ganti seragam
dinas. Lalu, saya meluncur ke TKP,” katanya.
Dalam waktu yang hampir bersamaa, Dandim
0822 Bondowoso Letkol Z. Dwi Peristianto
meluncur ke TKP. “Kami bersama-sama ada di
TKP untuk melihat kejadian dan langsung
melakukan olah TKP. Selain itu, saya
perintahkan polisi untuk memasang police
line,” kata Kapolres.
Dalam keterangannya kepada wartawan,
Sabilul membenarkan bahwa sumber ledakan
berasal dari campuran bahan kimia untuk
mercon yang terdiri dari potasium, belerang,
dan serbuk brown. Namun, dia tidak
menyebutkan volume bahan baku mercon itu.
“Saya membenarkan jika ada ledakan yang
berasal dari rumah Pak Agus. Itu ledakan
berasal dari bahan mercon,” katanya. Saat
kejadian, kata Sabilul, dia dan sejumlah anggota
TNI AD ikut mencari korban yang tewas.
Anggota Polri dan TNI akhrinya jenazah Serka
Agus dan Tara. “Saat itu juga kami langsung
membawanya ke RSD Dr Koesnadi untuk
otopsi,” katanya.
Selain itu, Kapolres mengatakan, ada dua
korban luka ringan dalam kejadian itu. Yakni,
Titok Hernawati, istri Serka Agus, dan Andika,
18, tetangga Serka Agus. “Keduanya
mengalami luka ringan,” katanya.
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Z. Dwi
Peristianto menjelaskan, dirinya tidak tahu
pasti volume bahan baku mercon di rumah
anggotanya itu. Namun, pihaknya berusaha
untuk menangani masalah tersebut dengan
sebaik-baiknya. Sementara itu, Camat
Bondowoso Haeriyah menyatakan, akibat
kejadian tersebut, sebanyak tujuh rumah rata
dengan tanah dan sekitar 71 rumah rusak berat
dan ringan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
|
|
| Table Cell |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar